Idiot dengan 3 idiots


Film India berjudul “3 Idiots” ini benar-benar menyihir saya. Yang menjadikannya terasa "kuat" bagi saya barangkali karena setting ceritanya yang "Libya" banget. Lebih persisnya "Kuliah Da'wah" banget,,,hehehe. Ditambah lagi dengan humor cerdas nan kocak, satu hal yang menjadi kualifikasi saya dalam memilih film berkualitas.
Bakalan panjang kalau zig-zag film ini saya bredel disini, lebih lengkapnya tonton sendiri ya...!!! 
Nah,sebenarnya tidak hanya cerita filmnya saja yang menarik, music+tariannya juga “untuk sementara” sering saya putar ulang. memang seh, music India barangkali untuk sebagian orang  terasa risih dan jadul untuk didengarkan. Tersesar lah,,yang penting "become whatever your heart says" 
download lagunya di sini 

Berikut juga saya cantumkan liriknya bagi anda yang senang bersenandung dan terbenam dengan tarian khas hindustan,,,(huhuhu itung2 nambah posting)

NU Muda vs Sindrom Kekalahan

Dalam konteks Indonesia, Organisasi kemasyarakatan (Ormas)  pada umumnya menempati peran strategis. Kondisi ini tercipta karena kultur bangsa Indonesia yang ikut melestarikan ormas-ormas apapun menjadi subur. Gemar berkumpul dan membentuk komunitas, cenderung suka hal yang relatif baru plus iklim demokrasi yang diadopsi bangsa Indonesia ikut memupuk eksistensi dari ormas-ornas tersebut.  Satu persatu ormas muncul ke permukaan termasuk yang berlatar belakang agama Islam.
Nahdlatul Ulama (NU) adalah satu di antara sekian banyak ormas yang lestari di Indonesia. Ikut menjadi saksi maju-mundurnya bangsa Indonesia. NU adalah organisasi kemasyarakatan  bercorak sosial-keagamaan yang mempunyai basis massa yang relatif besar dan bahkan sangat besar apabila masyarakat yang ber-NU secara kultural (bukan struktural) dimasukkan sensus penghitungan.

Dwifungsi Komik



Ketertarikan manusia akan sastra berlangsung dari masa ke masa. Sastra sebagai ekspresi kehidupan tidak akan pernah punah. Sastra sebagai salah satu kebutuhan umat manusia akan terus berkembang dengan berbagai model dan bentuknya. Termasuk kategori sastra yang populer di masa modern ini adalah komik. Kegandrungan masyarakat terhadap komik, khususnya anak-anak menggambarkan bagaimana jenis sastra yang satu ini seakan mampu mengobati dahaga imajinasi pembacanya.

Menghindari Bentuk Islam yang Membosankan


Salah seorang pemilik channel hiburan Astro Oasis, Izelan Basar, pernah melontarkan hal yang menarik: "Program agama ibarat cokelat yang asalnya dari choco dan rasanya semua sama. Yang membedakan adalah bahan tambahan seperti kacang atau kismis dan cara pembungkusannya…". Dalam kesempatan yang sama dia menambahkan ‘’Ajaran Islam tidak berubah, tetapi penyampaian serta persembahan ilmu itu yang membedakannya". Demikianlah pendapat Izelan Basar ketika diwawancarai seputar suksesnya program acara keagaamaan di channel yang ia punya. Nampaknya Izelan menyadari akan pentingnya dakwah Islam dan berusaha berpartisipasi aktif sesuai dengan keahliannya dalam majal ini.



Pemahaman Kontekstual di Mata Islam Tradisional


NU adalah sebuah organisasi sosial keagamaan yang dari awal tidak malu-malu mengusung Islam yang beratributkan tradisi lokal. Karenanya tidak heran jika NU lebih sering menampakkan Islam khas lokal yang oleh KH Abdurrahman Wahid diberikan label " Pribumisasi Islam". Islam khas lokal inilah yang sering disalahartikan oleh sebagian masyarakat karena dinilai telah menjauhkan Islam dari kemurniannya. Namun perbedaan persepsi semacam itu merupakan hal yang wajar-wajar saja selama tidak mengarah pada sikap konfrontatif antara kedua belah pihak.

Seorang kawan pernah bertanya kepada penulis : pantaskah kita berbangga dengan NU kita? Sebagai warga NU penulispun tak ragu untuk menjawab dengan jawaban yang positif. Namun, jawaban spontan dari penulis tadi nampaknya belum cukup memuaskan sang penanya. Penulis tentu butuh argumen yang tepat alias jitu sehingga minimal bisa memberi titik awal kepada penanya agar lebih mantap dalam memperdalam NU berikut kekayaan tradisinya, karena kekayaan tradisi NU telah menempatkan jam'iyyah ini tidak pernah kering untuk ditulis dan dikaji. Sudah begitu banyak makalah-makalah maupun seminar-seminar diselenggarakan sebagai upaya untuk memetakan pola pikir makhluk bernama " Nahdlotul Ulama" agar kaum nahdliyyin yang jumlahnya fantastis itu tidak kebingungan dalam memahami jami'yyah ini.

Sikap Bijak untuk Valentine


Tanggal 14 Februari merupakan hari yang special bagi mereka yang ingin menunjukkan kasih sayangnya kepada orang terdekatnya. Hari yang biasa kita kenal dengan nama Hari Valentine ini memang menimbulkan efek positif maupun juga negative di(sebagian) kalangan muda. Berbagai variasi cara ditempuh demi menyampaikan "maksud baik" berupa saling berbagi kasih, mulai tukar-menukar hadiah, coklat dan lain sebagainya. Namun bagaimana sikap muslimin dan muslimat kita? bagaimana dengan ikhwan dan akhwat kita? bagaimana juga Islam memandang Valentine berdasarkan sudut pandangnya?

Kreatifitas dan Teori Relevansi



Kreatifitas selalu menjadi hal yang terus didengungkan dalam kehidupan berorganisasi. Karakteristik suatu perkumpulan bisa disebut sebagai organisasi eksis_ di samping mempunyai tujuan yang jelas_ adalah apabila ada kreasi dari anggotanya untuk memajukan perkumpulan yang ada, dan bukan memanfaatkannya sebagai wadah kumpul belaka. Organisasi tanpa kretifitas sudah pasti akan mandeg dan tinggal menuju ajal. Maka, ide kreatif adalah mutlak bagi setiap organisasi. Kreatif tidak serta merta saya artikan dengan memulai sesuatu yang baru, tidak pula saya artikan dengan penemuan-penemuan penting. Titik berat dari kata kreatif di sini adalah gagasan yang mengarah kepada usaha untuk menjaga eksistensi organisasi di tengah-tengah perkembangan jaman. Sehingga kreasi tersebut bisa dalam bentuk ide baru, penemuan baru, terobosan baru, dsb; dan bisa juga dalam bentuk: penyempurnaan kegiatan, format ulang suatu acara, kaji ulang suatu program, mengkondisikan program lama dengan tantangan baru yang ada, mengembangkan kinerja, membuat kemasan yang berbeda dari sebelumnya, cara yang berbeda, metodologi berbeda, dsb. Intinya, kreatif dalam konteks ini tidak menafikan warisan-warisan lama yang relevan untuk dipertahankan.